Showing posts with label Guru Penggerak. Show all posts
Showing posts with label Guru Penggerak. Show all posts

Modul Guru Penggerak






Guru Penggerak adalah guru-guru terbaik yang merasa memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki sistem pendidikan di negara ini. Keberadaan mereka diharapkan menjadi pemimpin pendidikan masa depan yang mampu membawa kelahiran generasi Indonesia yang unggul.


Link lengkap modul Guru Penggerak : 

Pembelajaran Berdiferensiasi

 

 


Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama
maka perlu dilakukan pembelajaran Pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar

Kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi misalnya ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum, guru memberikan beragam kegiatan sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari.

Beberapa hal yang dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi misalnya

  1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar untuk mengetahui hal tersebut bisa dilakukan dengan  wawancara, pengamatan, atau survey menggunakan angket.
  2. Merencanakan berdasarkan hasil pemetaan misalnya dengan mempersiapkan RPP, metode dan media pembelelajaran
  3. Mengevaluasi dan merefleksi proses pembelajaran.

Terdapat tiga strategi diferensiasi dalam pembelajaran diantaranya :

1.     Direfensiasi konten

Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

2.     Diferensiasi proses

Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.

3.     Diferensiasi produk

Produk adalah hasil pekerjaan siswa setelah selesai pembelajran

Gaya Belajar Siswa

 





Setiap siswa adalah unik, dari tiap tiap mereka memiliki gaya belajar masing-masing. Gaya belajar tersebut dapat dikelompokan menjadi 

1. Gaya belajar Audiotori adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan

2. Gaya belajar Visual pembelajar dengan menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata.

3. Gaya belajar Kinestetik pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik

Berpijak dari gaya belajar tersebut lalu apa ciri masing-masing? Berikut ini kami uraikan ke 3 ciri gaya belajar tersebut :

Ciri gaya belajar Audiotori :

1.      Lebih cepat menyerap informasi dengan mendengarkan 

2.      Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca 

3.      Senang membaca dengan keras dan mendengarkan 

4.      Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara. 

5.      Bagus dalam berbicara dan bercerita 

6.      Berbicara dengan irama yang terpola 

7.      Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat 

8.      Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar 

9.      Suka musik dan bernyanyi 

10.  Tidak bisa diam dalam waktu lama 

11.  Suka mengerjakan tugas kelompok

 

Ciri gaya belajar Visual:

1.      Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.

2.      Suka mencoret-coret sesuatu,

3.      Lebih suka membaca daripada dibacakan 

4.      Rapi dan teratur 

5.      Mementingkan penampilan

6.      Teliti terhadap detail 

7.      Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis 

 

Ciri Gaya belajar Kinestetik :

1.      Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak 

2.      Menanggapi perhatian fisik 

3.      Suka menggunakan berbagai peralatan dan media 

4.      Belajar melalui praktek

5.      Banyak menggunakan isyarat tubuh 

6.      Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama 

7.      Menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita 

8.      Kemungkinan tulisannya jelek 

9.      Ingin melakukan segala sesuatu 

10.  Menyukai permainan dan olah raga.

 

Diolah dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

Menciptakan Budaya Positif Melalui Kesepakatan Kelas

 


Pembentukan karakter bagi peserta didik sangalah penting. Proses pembelajaran tidak hanya transfer ilmu secara teori akan tetapi lebih pada penanaman karakter siswa. Karakter positif sangat di harapkan dapat tertanam pada diri siswa. Pembiasaaan -pembiasaan positif pada peserta didik akan menjadi sebuah karakter yang positif. Dari karakter- karakter positif tersebut nantinya akan menjadi sebuah budaya yaitu budaya positif.

Budaya positif disekolah dapat dimulai melalui budaya positif kelas, budaya positif di kelas dapat dimunculkan melalui kesepakatan kelas.

Adapun langkah-langkah dalam membuat kesepakatan kelas sebagai berikut:

  1. Guru mengkondisikan kelas
  2. Setiap siswa dapat mengemukakan ide, impian, keinginan dan harapan mereka.
  3. Siswa dapat  mencurahkan kondisi ideal kelas yang mereka impikan.
  4. Siswa menuliskan kelas impian dan harapan mereka dalam kertas.
  5. Setiap siswa menempelkan kertas berisi kelas impian mereka
  6. Siswa bersama guru membahas impian-impian setiap peserta didik dan mencari kesamaannya.
  7. Guru dan siswa menyepakati impian yang dianggap urgen untuk dijadikan kesepakatan kelas.

LOKAKARYA 7 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 


A.   Tujuan & Tema

Tujuan kegiatan lokakarya 7 adalah :

CGP mampu menjelaskan evaluasi program yang dibuat di lokakarya 6

CGP mampu menjelaskan hasil praktek baik di lingkungan belajar sekolah

CGP mampu menyatakan ide untuk program selanjutnya Tema : Festival Panen Hasil Belajar

 

B.   Waktu Kegiatan

Kegiatan lokakarya ketujuh dilaksanakan pada :

Hari      

: Jum’at - Sabtu

Tanggal 

: 14 – 15 Oktober 2022

Waktu  

: Hari 1 (14 Oktober 2022) Pkl. 14.00 s/d 17.30 WIB

             

  Hari 2 (15 Oktober 2022) Pkl 07.30 s/d 12.00 WIB

Tempat 

: Hotel Dwangsa Lor In Surakarta, Lorin resident C 57, Gonilan, Kec. Kartasura,

Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah



 

C.   Peserta kegiatan

Hari 1 :

Kegiatan Lokakarya Ketujuh (Kelas Belajar) diikuti 1 kelas dengan 3 PP,20 CGP, serta tim dari BBGP Prop Jateng. Jumlah Peserta secara rinci terlampir.   

Hari 2 :

 Kegiatan festival hasil panen belajar dihadiri oleh CGP, Kepala Sekolah, Pengawas Dinas, Komunitas Praktisi

 

D.   Agenda kegiatan 

1. Pembukaan & Penjelasan Tujuan Lokakarya

2. Kelas Belajar Calon Guru Penggerak

3. Pameran Hasil Program

4. Kelas Berbagi Calon Guru Penggerak

 

E.   Indikator Keberhasilan

  CGP mampu menganalisa penerapan program yang dibuat dilokakarya 6

  CGP mampu mengidentifikasi hasil praktek baik dilingkungan belajar sekolah CGP mampu menyatakan ide untuk program selanjutnya

 

 


 

F.    Produk yang dihasilkan

- Analisis hasil evaluasi program yang dibuat dilokakarya 6

- Analisis evaluasi program pelatihan CGP - Praktik Baik dilingkungan belajar sekolah

- ide program selanjutnya

LOKAKARYA 6 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 



Kegiatan lokakarya 6 dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juni 2022 di Hotel Swisbell Solo Kota Surakarta. Kegiatan Lokakarya ini di ikuti 3 Kelompok CGP. Kelompok 1 ada  6 CGP, kelompok 2 ada 7 CGP dan kelompok 3 ada 6 CGP yang di dampingi oleh pengajar praktik dan tim supervisi dari P4TK Matematika Yogyakarta

Kegiatan Lokakarya dimulai tepat pukul 08.00 di salah satu ruang di Hotel Swiss Bell Solo. Dalam satu kelas terdapat 3 kelompok.. Satu kelompok  berisi CGP Antara 6-7 orang. Pada sesi ini tiap kelompok CGP didampingi oleh Pengajar Pratik masing-masing. Pada awal sesi diadakan Ice Breaking & Perkenalan Pengajar Praktik secara klasikal yang dipimpin oleh salah satu PP yaitu Subkhi Widyatmoko. Baru setelah itu tiap kelompok CGP didampingi oleh PP masing.




Penganatar Lokakarya penjelasan Tujuan dan Kesepakatan Belajar , bercerita potensi-potensi yang dimiliki oleh sekolah masing-masing, berdiskusi tentang rencana program yang berdampak pada murid, menyusun rancangan program, menyusun manajemen risiko program, menyusun rencana monitoring dan evaluasi serta pengumuman pelaksanaan lokakarya selanjutnya.

            Pada saat pukul 14.45 – jam 15.00 diadakan acara Penutupan, Refleksi dan foto bersama. Kegiatan dipimpin oleh salah satu PP. Agenda Lokakarya 6 dari awal sampai akhir alhamdulilah berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang diharapkan

FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA

 


Ki Hajar Dewantara dilahirkan pada hari kamis tanggal 2 Mei 1889. Karena keluarga besar beliau merupakan keturunan pangeran Kadipaten Puro Pakualaman yang notabenenya adalah seorang ningrat, maka nama lengkapnya menjadi Raden Mas Soewardi Soejaningrat.Pada tahun 1959 atas jasa-jasanya dalam mengembangkan pendidikan di IndonesiaKi Hadjar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional

Pemikiran atau filosofi KHD mengenai pendidikan antaralain :

  1. Anak bukanlah kertas kosong, guru tugasnya menebalkanya
  2. Pembelajaran menggunakan sistem among sehingga siswa sebagai pusat pembelajaran
  3. Guru memberikan kebebasan pada anak dalam memilih gaya belajar
  4. Kodrat alamiah anak adalah senang bermain, jadi pembelajaran harus diselipi dengan permainan
  5. Trilogi pendidikan : Ing ngarso sung tulodo (didepan harus sebagai teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah memberi semngat) Tut wuri handayani (di belakang harus bisa mengarahkan)
  6. Menyepakati pembelajaran yang diinginkan anak anak dengan diagnosis 
  7. Setiap anak memiliki keunikan, potensi masing masing
  8. Kodrat alam dan kodrat zaman
  9. Pendidikan adalah tempat persemaian kebudayaan

LOKAKARYA 5 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 




Kegiatan Lokakarya ke 5 dilaksanakan pada hari sabtu, 28 Mei 2022, kegiatan ini dimulai tepat pukul 08.00 di salah satu ruang di Hotel Swiss Bell Solo. Dalam satu kelas terdapat 3 kelompok.. Satu kelompok  berisi CGP Antara 6-7 orang. Pada sesi ini tiap kelompok CGP didampingi oleh Pengajar Pratik masing-masing. Pada awal sesi diadakan Ice Breaking & Perkenalan Pengajar Praktik secara klasikal yang dipimpin oleh salah satu PP yaitu Subkhi Widyatmoko. Baru setelah itu tiap kelompok CGP didampingi oleh PP masing dengan agenda:

Penganatar Lokakarya penjelasan Tujuan dan Kesepakatan Belajar, Evaluasi diri, refleksi kompetensi, berbagi hasil, Analisis factor pendukung dan penghambat. Setelah istirahat siang pukul 12.00 – 13.00 WIB, acara dilanjutkan sesuai kelompoknya masing-masing yaitu Energizer, Analisis factor pendulkung dan penghambat, penyusunan rencana pengembangan kompetensi, berbagi hasil rencana pengembangan .




            Pada saat pukul 14.45 – jam 15.00 diadakan acara Penutupan, Refleksi dan foto bersama. Kegiatan dipimpin oleh salah satu PP. Agenda Lokakarya 5 dari awal sampai akhir alhamdulilah berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang diharapkan.



LOKAKARYA 2 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 




Kegiatan lokakarya-2 dilaksanakan pada  Sabtu, 12 Pebruari 2022 di Hotel Novotel Solo Kota Surakarta.  Kegiatan Lokakarya  di ikuti 3 Kelompok CGP. Kelompok 1 ada  7 CGP, kelompok 2 ada 7 CGP dan kelompok 3 ada 6 CGP yang di dampingi oleh pengajar praktik dan tim supervisi dari P4TK Matematika Yogyakarta.

 


D.   

            Kegiatan Lokakarya dimulai tepat pukul 08.00 di salah satu ruang di Hotel Novotel Solo. Dalam satu kelas terdapat 3 kelompok.. Satu kelompok  berisi CGP Antara 6-7 orang. Pada sesi ini tiap kelompok CGP didampingi oleh Pengajar Pratik masing-masing. Pada awal sesi diadakan Ice Breaking & Perkenalan Pengajar Praktik secara klasikal yang dipimpin oleh salah satu PP yaitu Subkhi Widyatmoko. Baru setelah itu tiap kelompok CGP didampingi oleh PP masing dengan agenda:

Penganatar Lokakarya penjelasan Tujuan dan Kesepakatan Belajar, Komunitas Praktisi , Meneropong Komuitas Praktisi Peran guru penggerak dalam membuat Komuitas Praktisi.

Presentasi kelompok & Kompetensi Checklist. Acara berjalan dengan tertib dan lancar.Setelah istirahat siang pukul 12.00 – 13.00 WIB, acara dilanjutkan sesuai kelompoknya                         masing-    masing yaitu Energizer, Menggerakan Komuitas Praktisi Evaluasi dan refleksi.

            Pada saat pukul 14.45 – jam 15.00 diadakan acara Penutupan, Refleksi dan foto bersama. Kegiatan dipimpin oleh salah satu PP. Agenda Lokakarya-2 dari awal sampai akhir alhamdulilah berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang diharapkan.

 

LOKAKARYA 1 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 


             Kegiatan lokakarya-1 dilaksanakan pada Sabtu, 20 November  2021 di Hotel Swiss Bell Solo Kota Surakarta . 

        Kegiatan Lokakarya  di ikuti 3 Kelompok CGP. Kelompok 1 ada  7 CGP, kelompok 2 ada 7 CGP dan kelompok 3 ada 6 CGP yang di dampingi oleh pengajar praktik dan tim supervisi dari P4TK Matematika Yogyakarta.

           Kegiatan Lokakarya dimulai tepat pukul 08.00 di salah satu ruang di Hotel Novotel Solo. Dalam satu kelas terdapat 3 kelompok.. Satu kelompok  berisi CGP Antara 6-7 orang. Pada sesi ini tiap kelompok CGP didampingi oleh Pengajar Pratik masing-masing. Pada awal sesi diadakan Ice Breaking & Perkenalan Pengajar Praktik secara klasikal yang dipimpin oleh salah satu PP yaitu Listyani Damayanti. Baru setelah itu tiap kelompok CGP didampingi oleh PP masing dengan agenda:

        Penyampaian Tujuan dan Pembuatan kesepakatan belajar, Pentingnya pengembangan diri, Diskusi Kelompok, Presentasi kelompok & Kompetensi Checklist. Acara berjalan dengan tertib dan lancar

        Setelah istirahat siang pukul 12.00 – 13.00 WIB, acara dilanjutkan sesuai kelompoknya masing-masing yaitu Energizer, Evaluasi Diri, Pembuatan rencana pengembangan kompetensi, Sharing hasil pembuatan rencana, Pengisian Lembar Evaluasi, & Refleksi hasil belajar & Penugasan. Acara berjalann dengan lancer dan penuh semangat

        Pada saat pukul 14.45 – jam 15.00 diadakan acara Penutupan, Refleksi dan foto bersama. Kegiatan dipimpin oleh salah satu PP yaitu Bekti Riyanto. Agenda Lokakarya-1 dari awal sampai akhir alhamdulilah berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang diharapkan.